Monthly Archives: October 2016

Prodi S-2 Kajian Pariwisata Unud Gelar Seminar ‘Heritage Tourism’ Kota Denpasar

Design by Ary Bestari

Design by Ary Bestari

Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud menggelar Seminar Pariwisata bertopik “Titik-titik Simpul Heritage Tourism Kota Denpasar” dengan penyaji tunggal Prof. I Nyoman Darma Putra. Seminar ini digelar Selasa, 1 November 2016, di Gedung Pascasarjana R.206, mulai pk. 16.00-18.00.

Five German Students in the Jungle and on Top of a Volcano

f1

Figure 1: Campuhan Ridge Walk

After exciting weeks with lots of adventures including meeting three of the students travelling to Germany at the end of October 2016 and a trip to Nusa Dua, we were thrilled to discover Bali’s natural sides we are not used to in Germany.

The life in Bali still fascinates us every day and we love every minute of the student exchange between Germany and Indonesia. We are eager to not only participate in class and do well in our academic studies, but also in exploring the real Bali.

Resensi Buku: Fenomena Bangkitnya Masyarakat dalam Pengelolaan Pariwisata Bali

SILAKAN UNDUH resensi-buku-cbt

cover-1

Buku bertajuk Pariwisata Berbasis Masyarakat Model Bali (2015) diterbitkan pengelola Program Studi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana sebagai kado ulang tahun ke-15 lembaga pendidikan strata 2 tersebut pada tahun 2016 ini.

I Nyoman Darma Putra selaku Ketua Magister Kajian Pariwisata sekaligus editor buku secara singkat menyebutkan tujuan penerbitan buku ini adalah sebagai ucapan “terima kasih kami kepada pengetahuan yang dikembangkan oleh almamater”. Tujuannya memang sederhana, namun makna yang terkadung di dalamnya tentu bisa dibedah dalam banyak interpretasi.

Dr. Agung Suryawan Wiranatha: Kawasan Warisan Budaya UNESCO Jatiluwih Miliki Banyak Potensi Wisata

Catatan Novita Tani, Angkatan 2016

Wisatawan asing sedang menikmati hamparan indah sawaj JAtiluwih, ditemani seorang pemandu wisata (Foto-foto Darma Putra)

Wisatawan asing sedang menikmati hamparan indah sawaj Jatiluwih, ditemani seorang pemandu wisata (Foto-foto Darma Putra)

Kawasan hamparan persawahan warisan budaya dunia UNESCO Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, memiliki sejumlah potensi yang sangat bagus untuk dijadikan objek wisata. Potensi tersebut di antaranya kawasan persawahan dengan segala aktivitas pertanian, kawasan perkebunan, sungai dan air terjun, kawasan hutan dan pegunungan, serta air panas.

Demikian disampaikan peneliti Universitas Udayana Dr. AAP Agung Suryawan Wiranatha dalam seminar hasil penelitian “Strategi Pemasaran Pariwisata Berbasis Subak di Bali bagi Wisatawan mancanegara”, bertempat di Sanur Paradise Plaza Hotel, Selasa, 18 Oktober 2016. Dr. Agung Suryawan Wiranatha adalah ketua peneliti sekaligus dosen S2/S3 Pariwisata Unud. Seminar dibuka oleh Ibu Budi Harjanti yang merupakan Perwakilan dari Kementerian Pariwisata Republik. 

Seminar Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara: Turis Perancis Terbanyak Kunjungi Subak Jatiluwih

Catatan Yuliska Labawo dan Nonny Aji Sunaryo, Angkatan 2016

Subak Jatiluwih yang masuk warisna budaya dunia UNESCO. Wistawan Perancis yang terbanyak berkunjung ke objek wisata sawah berundak ini (Foto Darma Putra).

Subak Jatiluwih yang masuk warisna budaya dunia UNESCO. Wistawan Perancis yang terbanyak berkunjung ke objek wisata sawah berundak ini (Foto Darma Putra).

Seminar hasil penelitian strategi pemasaran pariwisata mancanegara berbasis wisata subak di Bali, yang merupakan kerjasama Kementrian Pariwisata RI dengan Konsorsium Riset Pariwisata Universitas Udayana Denpasar, dilaksanakan di Sanur Paradise Plaza Hotel, Selasa, 18 Oktober 2016.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh perwakilan Kementerian Pariwisata oleh Ibu Budiharjanti Kabid Pemasaran Assiten Deputi Strategi Pemasaran menampilkan pembicara ketua tim peneliti dosen S-2 dan S-3 Pariwisata Unud, Dr. Agung Suryawan Wiranatha. Seminar dihadiri peserta dari pemerintahan yaitu Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Denpasar, environment expert, tourism agency, swasta, praktisi dan akademisi.

Seminar Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Berbasis Subak di Bali

Catatan Tomi Agfianto, Angkatan 2016

Dr. Agung Suryawan (kiri) saat presentasi hasil penelitian tentang strategi pemasaran wisata berbasis subak (Foto-foto Agugn Dhani)

Dr. Agung Suryawan (kiri) saat presentasi hasil penelitian tentang strategi pemasaran wisata berbasis subak (Foto-foto Agung Dhani)

Atas undangan dari dosen kami, Dr. Ir. IGA Oka Suryawardani, M.Mgt., Ph.D., kami, mahasiswa Kajian Pariwisata Universitas Udayana Angkatan 2016, mengikuti seminar “Strategi Pemasaran Pariwisata Berbasis Subak di Bali bagi Wisatawan Macanegara”, di Denpasar, Selasa, 18 Oktober 2016.

Seminar yang diselenggarakan dan dibuka oleh Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata itu menampilkan pembicara Dr. Ir. AAP Agung Suryawan W., M.Sc., dosen “Tourism Destination”, di Prodi Magister Kajian Pariwisata Udayana.

Kelas Internasional Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud Studi Lapangan ke Pantai Pandawa

Mahasiswa kelas internasional Prodi Magister Kajian Pariwisata sedang menggali informasi mengenai pariwisata berbasis masyarakat di Pantai Pandawa (Foto Darma Putra)

Mahasiswa kelas internasional Prodi Magister Kajian Pariwisata sedang menggali informasi mengenai pariwisata berbasis masyarakat di Pantai Pandawa (Foto-foto Darma Putra)

Mahasiswa kelas internasional Prodi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana Angkatan 2016 melakukan studi lapangan ke Pantai Pandwa, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Jumat 15 Oktober 2016. Mereka terdiri dari lima mahasiswa dari Jerman, dan sebelas mahasiswa Indonesia.

Studi lapangan ke Pantai Pandawa dilaksanakan sebagai bagian dari perkualiahan “Community Based Tourism” yang diasuh dosen Prof. I Nyoman Darma Putra dan Gde Indra Baskara, M.Sc., Ph.D. Di Pantai Pandawa, mahasiswa diterima oleh I Wayan Kasim selaku manager pengelola Kawasan Pantai Pandawa dan  Dr. I Nyoman Tingkat, Ketua pembina semua unit usaha, menaungi semua unit usaha termasuk unit Pantai Pandawa.

Direktur Institut Perancis Dorong Mahasiswa Unud Melanjutkan Studi Pariwisata di Perancis

Rektor Unud Prof. K Suastika menerima kunjungan Direktur Institut Perancis untuk Indonesia, Marc Piton, di kampus Unud Sudirman, 3 Oktober 2016. Di belakangnya beruturt-turut adalah WR II Prof. Budi Susrusa dan Direktur AF Bali Amanda (Foto Darma Putra).

Rektor Unud Prof. K Suastika menerima kunjungan Direktur Institut Perancis untuk Indonesia, Marc Piton, di kampus Unud Sudirman, 3 Oktober 2016. Di belakangnya berturut-turut adalah WR II Prof. Budi Susrusa dan Direktur AF Bali Amanda (Foto Darma Putra).

Mahasiswa Indonesia didorong untuk melanjutkan pendidikan di Perancis untuk berbagai bidang studi seperti pariwisata. Dorongan tersebut disampaikan Marc Piton, Direktur Institut Perancis di Indonesia dan Konselor Kerja Sama Kegiatan Budaya, Kedubes Perancis, saat berkunjung ke Unud, Senin, 3 Oktober 2016.

Dalam kunjungan ke Unud, Marc Piton diterima Rektor Unud Prof. K. Suastika didampingi Wakil Rektor I Prof. Damriyasa, Wakil Rektor II Prof. Budi Susrusa, Wakil Rektor III Dr. I Nyoman Suyatna, dan Kaprodi Kajian Pariwisata Unud Prof. I Nyoman Darma Putra. Sementara itu, Marc Piton didampingi direktur Alliance Française Denpasar Amandine Grisard dan staff.

Laporan Program Pengabdian: Desa Kutuh Kelola Potensi Wisata untuk Sejahterakan Masyarakat

Catatan Yudhi Wirayuda, Angkatan 2015

Panggung pertunjukan sedang digarap sebagai bagian dari Gunung Payung Cultural Park (Foto-foto Yudhi Wirayuda)

Panggung pertunjukan sedang digarap sebagai bagian dari Gunung Payung Cultural Park (Foto-foto Yudhi Wirayuda)

Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Badung, berusaha keras memanfaaatkan potensi desanya untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian disampaikan Bendesa Desa Adat Kutuh Dr. Drs.  I Made Wena M.Si., dalam diskusi pariwisata berbasis masyarakat di Wantilan Pura Gunung Payung di desa setempat, Jumat, 30 September 2016. Diskusi itu terlaksana sebagai rangkaian dari program pengabdian pada masyarakat Program Studi S-2 Kajian Pariwisata Unud, diikuti 55 orang termasuk dosen dan mahasiswa. Acara juga dihadiri pengurus dan warga Desa Kutuh.