Monthly Archives: September 2016

Kabar Program Pengabdian: Setelah Pantai Pandawa, Desa Kutuh Siap Luncurkan ‘Gunung Payung Cultural Park’

Pembangunan panggung pementasan di tebing Pantai Gunung Payung untuk pertunjukan kecak atau yang lainnya sebagai bagian dari daya tarik Gunung Payung Cultural Park (Foto Darma Putra)

Pembangunan panggung pementasan di tebing Pantai Gunung Payung untuk pertunjukan kecak atau yang lainnya sebagai bagian dari daya tarik Gunung Payung Cultural Park (Foto Darma Putra)

Setelah sukses mengembangkan daya tarik wisata Pantai Pandawa, masyarakat Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan membangun aneka daya tarik wisata memikat lainnya. Salah satunya adalah Gunung Payung Cultural Park (GPCP) yang dilabel dengan ungkapan ‘wisata religi penuh sensasi’.

Demikian terungkap dalam diskusi ‘Mendalami Pariwisata Berbasis Masyarakat Pantai Pandawa’ yang diselenggarakan Prodi Magister Kajian Pariwisata Pascasarjana Unud di wantilan Pura Gunung Payung, Jumat, 30 September 2016. Diskusi ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Prodi Magister Kajian Pariwisata Pascasarjana Unud di Desa Kutuh.

Prodi S-2 Kajian Pariwisata Unud Gelar Pengabdian tentang Pariwisata Berbasis Masyarakat di Pantai Pandawa

img_3114

Suasana dialog pariwisata berbasis masyarakat di Desa Kutuh, Kuta Selatan (Foto Darma Putra)

Prodi Magister Kajian Pariwisata Pascasarjana Unud melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Jumat, 30 September. Tema pengabdian ini adalah “Mendalami Pariwisata Berbasis Masyarakat Pantai Pandawa” diisi dengan observasi, peninjauan, dan diskusi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Kutuh.

Acara dihadiri oleh mahasiswa dan dosen sekitar 55 orang, dan Bendesa Adat Kutuh dan pengurus. Dialog berlangsung di Wantilan Pura Gunung Payung, kawasan yang sedang dikembangkan sebagai “Gunung Payung Cultural Park”

Five German Students Explore more of Bali

From left to right: Aldo, Dewa, Julia, Anna-Lena, Tamma, Nicole, Tobias and Diah at NOOK Restaurant.

From left to right: Aldo, Dewa, Julia, Anna-Lena, Tamma, Nicole, Tobias and Diah at NOOK Restaurant.

After some adventurous first weeks in the beautiful country of Indonesia, we finally settled down in an apartment complex near the University, got a little bit more used to the spicy food and got an understanding of how to survive the crazy traffic.

But we are not the only ones who need to settle down in a whole different world. Since our stay in Bali is based on an exchange between the Udayana University and the FH Stralsund in Germany, five students from Bali will spent the semester in the beautiful city at the Baltic Sea.

Dua Mahasiswa Prodi Kajian Pariwisata Unud Dapat Beasiswa Unggulan Kemendikbud

Nonny dan Yudha, dua mahasiswa Prodi Magister Kajian Pariwisata Pascasajana Unud penerima beasiswa unggulan dari Kemendikbud.

Nonny dan Yudha, dua mahasiswa Prodi Magister Kajian Pariwisata Pascasarjana Unud penerima beasiswa unggulan dari Kemendikbud.

Kabar gembira datang dari dua mahasiswa baru Magister Kajian Pariwisata (MKP) 2016 yaitu Nonny Aji Sunaryo dan Yudha Eka Nugraha. Pekan ketiga September 2016 mereka dinyatakan lulus sebagai penerima Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan angkatan 2 tahun 2016.

Nonny dan Yudha berterima kasih kepada Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Prof. I Nyoman Darma Putra yang memberikan rekomendasi untuk kelengkapan persyaratan pengajuan beasiswa. “Rekomendasi Kaprodi ikut memperkuat lamaran kami,” ujar Nonny dan Yudha tersenyum.

Five Students from the University of Applied Sciences Stralsund, Germany Joint International Tourism Class at University of Udayana

from left to right Tobias Bluhm, Anna-Lena Sperlich, Julia Krämer, Tamma Heidrowski, Nicole Skelnik

From left to right Tobias Bluhm, Anna-Lena Sperlich, Julia Krämer, Tamma Heidrowski, Nicole Skelnik in a post-conference tour to Jatiluwih UNESCO World Heritage, 3 September 2016.

Halo

We, Anna-Lena Sperlich, Julia Krämer, Nicole Skelnik, Tamma Heidrowski and Tobias Bluhm, are five students from the University of Applied Sciences Stralsund, Germany, and we decided to come to Udayana University for one exchange semester in 2016. Back home we are studying Tourism Development Strategies at postgraduate level.

Now we joined the International Tourism Class, which is the Masters programme in Tourism Studies, Postgraduate Programme University of Udayana, and we are excited to exchange knowledge and get to know more about the local cultures and tourism issues.

Perjalanan ke Gili Trawangan: Gentrifikasi, Budaya, dan Terbang Gratis

Catatan Reinaldo Lalujan, Mahasiswa Angkatan 2015

aldo 4

Keindahan Gili Trawangan, yang dipenuhi oleh para bule (Foto: Reinaldo Rafael Laluyan)

Terbang Gratis Bersama Sayap Udara!

Setelah sebelumnya melakukan perjalanan ke Raja Ampat (http://tourism.pps.unud.ac.id/catatan-perjalanan-raja-ampat-dalam-eksplorasi-inspirasi-dan-edukasi.html), kali ini Penulis melakukan perjalanan menuju Lombok bersama dengan rekan – rekan berjumlah 7 orang menuju Lombok, yang dapat ditempuh melalui udara selama 45 menit dari Bali melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Di sinilah kami menunggu penerbangan kami yang akan berangkat pada pukul 11.30, dan untuk kepentingan administrasi kami pun berkumpul pada pukul 09.00.